10. Marhata Sinamot - Perkawinan Adat Na Gok


1. Pengertian
Marhata Sinamot adalah salah satu rangkaian ulaon adat yang sangat penting yang dihadiri unsur dalihan natolu (DNT) pihak Parboru dan pihak Paranak untuk membicarakan mahar (sinamot/tuhor/boli) dari putri yang akan menikah, yang harus dibayar pihak Paranak kepada pihak Parboru juga penentuan jumlah ulos, parjuhut (hewan yang akan dipotong) waktu dan tempat serta jumlah undangan.

Marhata Sinamot adalah merupakan lanjutan formal dari ulaon patua hata dan mangarangrangi.


2. Peserta
Pihak Paranak terdiri dari :
  1. Suhut
  2. Dongan tubu
  3. Boru/bere
  4. Dongan sahuta, pariban
  5. Hula hula
Pihak Parboru terdiri dari : Sama dengan unsur Paranak di atas.


3. Perlengkapan
Paranak membawa :
  1. Makanan adat lengkap dengan tudu tudu ni sipanganon
  2. Pinggan panungkunan (piring yang berisi beras, daun sirih, uang 4 lembar dan atau sepotong daging).
  3. Sinamot, (mahar) sinamot na gok dan sinamot untuk suhi ni ampang naopat.
  4.  Ingot-ingot
Parboru menyediakan :
  1. Makanan adat, ikan mas masak arsik (dengke sitio-tio)
  2. Makanan tambahan (sayur, ayam, nasi,dll)
  3. Makanan kecil, kopi, teh
  4. Uang panggabei/panauri


4. Tertib Acara
Rombongan paranak dengan membawa makanan adat berangkat kerumah Parboru. Sesampai di tempat mereka diterima pihak Parboru dengan mempersilahkan masuk ke rumah dan mengambil tempat duduk sesuai dengan kedudukan masing-masing. Makanan adat ditempatkan diatas meja, kemudian juru bicara Paranak mempersilahkan Parboru untuk membuka (manigati) makanan adat yang dibawa. Setelah di sigati oleh boru ni Parboru, baru disuruh mempersiapkan makan bersama oleh boru ni Paranak dengan acara sebagai berikut :
  1. Pihak Paranak menyerahkan makanan adat (tudu tudu ni sipanganon) kepada pihak Parboru.
  2. Pihak Parboru menyampaikan ikan mas (dengke sitio-tio) kepada pihak Paranak.
  3. Makan bersama dengan doa dari pihak Paranak.
  4. Seusai makan, juru bicara Parboru menanyakan status tudu tudu ni sipanganon. Setelah disepakati pembagian jambar juhut dilaksanakan sebelum atau sesudah marhata sinamot.
  5. Juru bicara Parboru menanyakan maksud dan tujuan kedatangan pihak Paranak.
  6. Juru bicara Paranak menyampaikan pinggan panungkunan dan memberitahukan tujuan kedatangan mereka untuk marhata sinamot.
  7. Juru bicara Parboru mengucapkan terima kasih dan meminta agar sinamot (mahar) dapat diberikan dalam jumlah yang besar.
  8. Juru bicara Paranak memohon agar jumlah marhata sinamot sudah termasuk emasnya, peraknya, kerbaunya, dan lain-lainnya dalam bentuk uang (ringgit sitio suara).
  9. Juru bicara Parboru, memohon waktu untuk mendengar tanggapan dan pendapat boru/bere, dongan sahuta, dongan tubu, terutama dari hula hula mengenai permohonan pihak Paranak. Setelah semua menyampaikan tanggapan dan pendapatnya, maka juru bicara Parboru menyimpulkan dan meneruskan kepada pihak Paranak.
  10. Juru bicara Paranak juga memohon waktu untuk mendengar tanggapan dan permohonan kepada pihak Parboru mengenai sinamot (mahar) yang akan disampaikan oleh boru/bere, dongan sahuta, dongan tubu dan nasehat (paniroion) dari hula hula. Setelah semua menyampaikan tanggapan dan permohonannya, maka disebutkanlah jumlah sinamot yang bisa dibayar kepada pihak Parboru.
  11. Juru bicara Parboru setelah mendengar jumlah mahar (sinamot) yang akan dibayar pihak paranak, diteruskan kepada suhut sihaboloan untuk mendapat keputusan.
  12. Pada umumnya suhut Parboru mengiyakan apa yang telah disepakati bersama mengenai jumlah mahar (sinamot).
  13. Juru bicara Parboru meneruskan keputusan dari suhut Parboru selanjutnya mengatakan “Barangkali ada yang diminta pihak Paranak” supaya seimbang penerimaan dan pemberian.
  14. Juru bicara Paranak mengajukan jumlah ulos herbang yang diinginkan dan ulos tinonun sadari.
  15. Setelah disepakati jumlah ulos herbang, maka ditentukan juga mengenai waktu dan tempat pemberkatan dan unjuk, jumlah undangan dari masing-masing pihak termasuk parjuhutna. Penentuan tempat tergantung pada bentuk ulaon (Alap jual = pesta ditempat parboru (bolahan amak) atau taruhon jual = pesta ditempat Paranak (bolahan amak)
  16. Hata sigabe gabe, suhut Parboru memberikan hata sigabe gabe dan suhut Paranak mangampu (menyambut).
  17. Seusai hata sigabe gabe, diberikan ingot-ingot /uang panauri/panggabei.
  18. Doa penutup oleh hula hula.


5. Pembagian Jambar Juhut
Dalam melaksanakan 4 poin di atas, pembagian jambar juhut adalah sebagai berikut :
  • Ihur-ihur kepada suhut Parboru
  • Osang kepada hula hula ni Parboru
  • Somba-somba kepda hula hula ni Paranak
  • Parsanggulan sebelah kanan kepada boru ni Parboru
  • Parsanggulan sebelah kiri kepada boru ni Paranak
  • Soit kepada dongan tubu/sabutuha dan dongan sahuta kedua belah pihak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar.