1. Pengertian
Disebut mate punu (pono) bila suami atau istri yang meninggal hanya mempunyai anak perempuan saja, tidak memiliki anak laki-laki sebagai generasi penerus. Walaupun anak perempuan sudah kawin semua dan memiliki cucu dari putrinya itu, bahkan sudah ada nono dari putrinya, tetap tidak dapat merubah statusnya yaitu mate punu (pono).
2. Peserta
- Hasuhuton
- Dongan tubu
- Boru/bere
- Dongan sahuta/ale ale
- Pemerintah setempat
- Hula hula dan tulang, tulang rorobot dan bona tulang, hula hula ni marhaha-maranggi.
3. Perlengkapan
- Peti mati
- Mobil ambulans
- Surat keterangan kematian dari rumah sakit dan kelurahan
- Tanah pemakaman
- Makanan ala kadarnya, kalaupun ada na margoar bukan makanan adat.
4. Tertib Acara
Pasada Tahi
adalah musyawarah bona hasuhuton, dongan tubu yang paham adat orang meninggal, boru/bere, dongan sahuta untuk merencanakan waktu dan tempat pemakaman, surat-surat yang diperlukan, peti mati, maupun pemberitahuan kepada sanak keluarga terutama hula hula dan tulang, termasuk status yang meninggal untuk dibawa pada acara marrapot.
Marrapot
Terlebih dahulu suhut paidua mengatur tempat duduk sesuai dengan kedudukan masing-masing dalam dalihan natolu dan sihal sihal (dongan sahuta) sebagai berikut : hasuhuton duduk membelakangi rumah (mayat) berhadapan dengan raja tinonggo (dongan tubu). Hula hula duduk disebelah kanan hasuhuton, boru/bere duduk disebelah kiri hasuhuton.
- Pembukaan oleh suhut paidua dan meminta kepada haha anggi siapa yang akan menyampaikan semua rencana acara serta meminta arahan dari hula hula mengenai pemberangkatan almarhum ke tempat peristirahatan sementara di dunia ini.
- Sambutan dari haha doli dan anggi doli menyepakati siapa juru bicara atau parhata ni hasuhuton.
- Juru bicara hasuhuton menerima kepercayaan itu dan sekaligus meminta kepada hasuhuton membacakan riwayat hidup dan hasil pasada tahi dan rencana selanjutnya.
- Suhut paidua membaca riwayat hidup singkat almarhum dan hasil pasada tahi.
- Juru bicara hasuhuton meminta pendapat dan saran mengenai pemberangkatan almarhum dari boru/bere, dongan tubu, dongan sahuta.
- Juru bicara merangkum pendapat dan saran dari boru/bere, dongan tubu, dongan sahuta serta meminta bimbingan dan nasehat dari hula hula dan tulang dengan permohonan agar (a) Suami meninggal : ulos saput dari tulang pamupus, ulos tujung kepada isterinya (na mabalu) dari hula hula tangkas atau (b) Isteri meninggal : ulos saput dari hula hula tangkas, ulos tujung kepada suaminya dari tulang pamupus.
- Sambutan, bimbingan, dan arahan serta nasehat dari hula hula dan tulang
- Juru bicara hasuhuton merangkum pendapat dan nasehat dari hula hula dan tulang serta meminta agar boru yang menjadi notulis membacakan hasil na marrapot.
- Setelah selesai dibacakan oleh boru dan sudah disepakati bersama untuk dilaksanakan, maka juru bicara hasuhuton mengajak hadirin terutama hula hula dan tulang untuk makan bersama (mardaon pugu)
Memasukkan Jenazah ke Peti Mati (Masuk tu Ruma-rumana)
- Juru bicara hasuhuton meminta kepada hadirin terutama kepada horong hula hula agar masuk kerumah untuk mengikuti acara memasukkan jenazah almarhum ke peti mati.
- Boru/bere dongan sabutuha memasukkan jenazah ke peti mati.
- Juru bicara hasuhuton meminta hula hula/tulang terlebih dahula memeriksa letak jenazah apakah sudah baik.
- Tulang/hula hula menyatakan letak jenazah sudah baik.
- Sebagai penutup memasukkan jenazah ke peti mati, diadakan doa oleh hula hula/tulang
Acara Penyampaian Ulos Saput
- Dilaksanakan pagi hari sekitar pukul 09.00 – 10.30 WIB
- Kalau suami yang meninggal, tulang pamupus yang memberikan ulos saput. Kalau isteri yang meninggal, hula hula tangkas yang memberikan ulos saput.
- Rombongan hula hula/tulang tiba di halaman rumah duka sesuai waktu kesepakatan marrapot semalam.
- Juru bicara hasuhuton menyambut dengan mengatakan kesediaan hasuhuton menerima hula hula/tulang. Boru diminta untuk menerima boras sipir ni tondi yang dibawa rombongan hula hula/tulang.
- Diawali dengan bernyanyi dan doa setelah itu
- Hula hula/tulang menyampaikan sepatah dua kata dan menyelimutkan ulos saput ke jenazah mulai dari kaki sampai ke dadanya.
- Sepatah dua kata dari boru/bere
- Sepatah dua kata dari dongan tubu ni hula hula/tulang
- Sambutan (mangampu) dari hasuhuton
- Juru bicara mengajak hula hula/tulang untuk makan bersama (mardaon pogu)
Pasahat Ulos Tujung
- Penyampaian ulos tujung dilaksanakan setelah selesai acara pasahat ulos saput.
- Kalau suami meninggal : hula hula tangkas yang memberikan ulos tujung kepada istri yang ditinggal mati (mabalu). Kalau istri yang meninggal tulang pamupus yang memberikan ulos tujung ke suami yang ditinggal mati (mabalu).
- Rombongan hula hula/tulang sampai di halaman rumah duka.
- Suhut paidua menyambut hula hula/tulang dengan mengatakan kesediaan hasuhuton menerima hula hula/tulang. Boru diminta menerima boras sipir ni tondi yang dibawa rombongan hula hula/tulang.
- Diawali dengan bernyanyi dan doa, setelah itu
- Hula hula/tulang menyampaikan sepatah dua kata dan menunjukkan ulos tujung ke kepala boru/berenya.
- Sepatah dua kata dari boru/bere ni hula hula/tulang
- Sepatah dua kata dari dongan tubu ni hula hula/tulang
- Sambutan (mangampu) dari hasuhuton
- Suhut paidua mengajak rombongan hula hula/tulang untuk makan bersama (mardaon pogu).
Pemberangkatan ke Pemakaman (Parborhathon tu Udean)
- Pembukaan (hata huhuasi) dari paidua ni suhut
- Pembacaan riwayat hidup oleh saudara dekat
- Kata kata penghiburan dari : boru/bere, dongan tubu, dongan sahuta, sahabat/teman sejawat, pemerintah setempat (RT/RW).
- Kata kata penghiburan dari : hula hula namarhaha-maranggi, bona tulang, tulang rorobot, hula hula/tulang, tulang/ hula hula
- Kata sambutan (mangampu) dari hasuhuton
Acara agama
Diatur dan dilaksanakan oleh pemuka agama yang bersangkutan.
Acara di Pemakaman
Acara dipemakaman diatur dan dilaksanakan oleh pemuka agama yang bersangkutan. Setelah acara agama dan penguburan selesai maka paidua ni suhut menyampaikan ucapan terima kasih dan mengundang hadirin bersama-sama kerumah, terutama hula hula dan tulang untuk melanjutkan acara ungkap tujung.
Acara Ungkap Tujung
Setelah kembali dari pemakaman, hasuhuton, dongan tubu, boru/bere dan dongan sahuta terutama hula hula dan tulang, dipersilahkan masuk kerumah, serta suhut paidua mengatur tempat duduk. Kemudian acara dimulai dengan susunan sebagai berikut :
- Juru bicara hasuhuton diberitahukan bahwa acara sudah bisa dimulai
- Hula hula/tulang terlebih dahulu meminta kesepakatan atas acara yang akan dilaksanakan, hanya ungkap tujung saja. Memberi kata-kata penghiburan sebaiknya pada waktu hari lain, pada saat kita dari masing-masing kelompok datang memberikan kata penghiburan (mangapuli).
- Juru bicara hasuhuton menyetujui usul dari hula hula/tulang
- Hula hula/tulang melaksanakan acara ungkap tujung dimulai dengan doa.
- Juru bicara hasuhuton menyampaikan terima kasih. Selanjutnya meminta boru/bere membawa makanan adat (sipangananon namargoar) untuk dihadapkan kepada hula hula/tulang.
- Hula hula/tulang menerangkan bahwa sipangananon namargoar ini adalah untuk semua, maka diletakkan ditengah-tengah saja.
- Juru bicara hasuhuton menyetujui dan meminta boru untuk diletakkan ditengah hadirin. Selanjutnya diminta salah seorang dari haha-anggi untuk memanjatkan doa makan.
- Selesai makan hula hula/tulang mengingatkan kesepakatan tadi bahwa pada kesempatan ini hanya acara ungkap tujung, maka kata-kata penghiburan akan dilaksanakan pada waktu lain.
- Juru bicara hasuhuton menyetujui, dan selanjutnya memohon kesediaan hula hula/tulang menutup acara dengan nyanyian dan doa.
- Hula hula menutup dengan nyanyian dan doa.
5. Pembagian Jambar
Tidak ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberikan komentar.