1. Pengertian
Disebut acara adat penuh bila seluruh perangkat dalihan na tolu berperan lengkap dan penuh. Hula hula yang turut serta terdiri dari bona ni ari, bona tulang, tulang rorobot, hula hula na marhaha-maranggi dan hula hula anak manjae.
Demikian juga dongan tubu dan borunya yang meninggal, dongan sahuta berperan penuh sesuai kedudukannya masing-masing. Segala ketentuan dan syarat-syarat menurut adat dilaksanakan sepenuhnya.
Kematian yang masuk kategori ini adalah :
1 Mate SarimatuaMate sarimatua adalah bila suami atau isteri yang meninggal dunia telah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, dan sudah mempunyai cucu dari anak laki-laki maupun dari anak perempuan, tetapi masih ada anaknya yang belum kawin.2 Mate SaurmatuaMate saurmatua adalah bila suami atau isteri yang meninggal dunia telah mempunyai anak laki-laki dan perempuan dan sudah mempunyai cucu dari anak laki-laki maupaun dari anak perempuan, dan semua anaknya sudah kawin.3 Mate Saurmatua Mauli BulungMate saurmatua mauli bulung adalah bila suami atau isteri yang meninggal dunia telah mempunyai anak laki-laki dan perempuan yang semuanya sudah kawin, telah mempunyai cucu dari anak laki-laki dan anak perempuan tersebut serta anak-anaknya tersebut sudah ada yang bercucu (marnini, marnono) dan tidak ada anaknya meninggal mendahuluinya (tilaha magodang).
2. Peserta
- Suhut
- Dongan tubu/sabutuha
- Boru/bere
- Dongan sahuta
- Pemerintah setempat
- Hula hula, tulang, tulang rorobot, bona ni ari, bona tulang, hula hula na marhaha-maranggi dan hula hula anak manjae serta hula hula ni pahompu.
3. Perlengkapan
- Peti mati
- Mobil ambulans
- Surat keterangan kematian dari rumah sakit dan kelurahan
- Tanah pemakaman
- Boan (sigagat duhut dan pinahan lobu untuk ingkau mangan)
- Kerbau atau sapi (sigagat duhut) dan daging untuk hidangan
4. Tertib Acara
Pasada Tahi
Adalah musyawarah hasuhuton, dengan dongan tubu, boru/bere, dongan sahuta untuk merencanakan waktu dan tempat pemakaman, surat-surat yang diperlukan, pemesanan peti mati, maupun pemberitahuan kepada hula hula termasuk menentukan status dan boan orang yang meninggal dunia. Hal tersebut perlu dibicarakan dan disampaikan pada forum tonggo raja.
Martonggo Raja
Terlebih dulu suhut paidua mengatur tempat duduk sesuai dengan kedudukan masing-masing dalam dalihan na tolu dan sihal-sihal (dongan sahuta). Formasi tempat duduk adalah sebagai berikut : hasuhuton duduk membelakangi rumah duka, berhadapan dengan raja tinonggo (dongan tubu). Hula hula duduk di sebelah kanan hasuhuton, sedangkan boru/bere duduk diseblah kiri hasuhuton.
- Pembukaan oleh suhut paidua dan meminta kepada haha-anggi untuk menetapkan juru bicara (parsinabul=raja parhata) dari hasuhuton yang menyampaikan semua rencana acara dan meminta arahan dari hula hula mengenai acara adat pemberangkatan (partuatna) almarhum ke tempat peristirahatan sementara di dunia ini.
- Sambutan dari haha doli dan anggi doli menyepakati penunjukkan juru bicara atau parhata ni hasuhuton.
- Juru bicara hasuhuton menerima kepercayaan itu dan sekaligus meminta kepada hasuhuton agar dibacakan dahulu riwayat singkat dan hagabeon almarhum/almarhumah serta mengutarakan konsep hasil pasada tahi dan rencana selanjutnya.
- Suhut paidua membacakan riwayat hidup singkat almarhum dan hasil pasada tahi.
- Juru bicara hasuhuton menerima pendapat dan saran menanggapi riwayat singkat dan hagabeon serta konsep hasil pasada tahi mengenai acara adat pemberangkatan (partuatna) almarhum/almarhumah dari boru/bere, dongan tubu, dan dongan sahuta.
- Juru bicara hasuhuton merangkum pendapat dan saran dari boru/bere, dongan tubu dan dongan sahuta serta meminta bimbingan dan nasehat dari hula hula dan tulang dengan permohonan agar : (a) Suami meninggal : ulos saput (ulos saurmatua) dari tulang pamupus, ulos tujung (ulos sampetua) ni ina na mabalu dari hula hula tangkas atau (b) Isteri meninggal : ulos saput (ulos saurmatua) dari hula hula tangkas, ulos tujung (ulos sampetua) ni ama na mabalu dari tulang pamupus.
- Sambutan dan bimbingan dari hula hula/tulang yang memberikan ulos tujung (ulos sampetua) dan ulos holong.
- Sambutan dan bimbingan dari tulang/hula hula yang akan memberikan ulos saput (ulos saurmatua) dan ulos holong.
- Sambutan dan bimbingan dari semua horong ni hula hula yang akan memberikan ulos holong.
- Juru bicara hasuhuton meminta kepada boru yang menjadi notulis, membacakan rangkuman semua keputusan dan kesepakatan yang akan dilaksanakan oleh semua pihak sebagai hasil dari martonggo raja.
- Setelah selesai dibacakan oleh boru dan sudah disepakati bersama untuk dilaksanakan, maka juru bicara hasuhuton mengajak hadirin terutama semua horong hula hula untuk makan bersama (mardaon pugu).
- Boru membawa makanan adat (sipanganon na marniadopan) dan diletakkan di tengah-tengah raja tinonggo dan hula hula sebagai sipanganon na marniadopan.
- Seorang dari haha-anggi membawakan doa makan.
Memasukkan Jenazah ke Peti Mati (Masuk tu Ruma-rumana)
- Juru bicara hasuhuton meminta kepada hadirin terutama kepada tulang/hula hula agar masuk kerumah untuk mengikuti acara memasukkan jenazah almarhum/almarhumah ke peti mati.
- Boru/bere dongan sabutuha yang muda dan kuat memasukkan jenazah ke peti mati.
- Juru bicara hasuhuton meminta hula hula/tulang terlebih dahulu memeriksa letak jenazah apakah sudah baik.
- Tulang/hula hula menyatakan letak jenazah sudah baik.
- Doa penutup disampaikan oleh tulang/hula hula
Acara Penyampaian Ulos Saput
- Dilaksanakan pagi hari sekitar pukul 09.00 – 10.30 WIB
- Kalau suami yang meninggal, tulang pamupus yang memberikan ulos saput (ulos saurmatua). Kalau isteri yang meninggal, hula hula tangkas yang memberikan ulos saput (ulos saurmatua).
- Rombongan hula hula/tulang telah tiba di halaman rumah duka.
- Juru bicara hasuhuton menyambut dengan mengatakan kesediaan hasuhuton menerima hula hula/tulang. Boru diminta untuk menerima boras sipir ni tondi yang dibawa rombongan hula hula/tulang.
- Diawali dengan bernyanyi dan doa setelah itu
- Hula hula/tulang menyampaikan sepatah dua kata dan menyelimutkan ulos saput (ulos saurmatua) ke jenazah mulai dari kaki sampai ke dadanya. Kemudian tulang/hula hula menyampaikan ulos holong.
- Sepatah dua kata dari boru/bere ni tulang/hula hula
- Sepatah dua kata dari dongan tubu ni tulang/hula hula
- Sambutan (mangampu) dari hasuhuton
- Juru bicara hasuhuton mengajak rombongan hula hula/tulang untuk makan bersama (mardaon pogu)
Acara Penyampaian Ulos Tujung (Ulos Sampetua)
- Dilaksanakan setelah selesai acara pasahat ulos saput.
- Kalau suami meninggal : hula hula tangkas yang memberikan ulos tujung(ulos sampetua) kepada borunya yang mabalu (isteri yang ditinggal mati oleh suami). Kalau istri yang meninggal tulang pamupus yang memberikan ulos tujung(ulos sampetua) kepada berenya yang mabalu (suami yang ditinggal mati oleh isteri)
- Rombongan hula hula/tulang sampai di halaman rumah duka.
- Juru bicara hasuhuton menyambut hula hula/tulang dengan mengatakan kesediaan hasuhuton menerima hula hula/tulang. Boru diminta menerima boras sipir ni tondi yang dibawa rombongan hula hula/tulang.
- Diawali dengan bernyanyi dan doa, setelah itu
- Hula hula/tulang menyampaikan sepatah dua kata dan menunjukkan ulos tujung(ulos sampetua) ke bahu boru/berenya.
- Sepatah dua kata dari boru/bere ni hula hula/tulang
- Sepatah dua kata dari dongan tubu ni hula hula/tulang
- Sambutan (mangampu) dari hasuhuton
- Parhata ni hasuhuton mengajak rombongan hula hula/tulang untuk makan bersama (mardaon pogu).
Jenazah di Turunkan ke Halaman (acara maralaman dalam rangka pemberangkatan kepemakaman)
Tertib acara pemberangkatan ke pemakaman :
- Pembukaan kata (huhuasi) dari paidua ni suhut
- Pembacaan riwayat hidup oleh saudara terdekat
· Kata-kata penghiburan dari :
- Boru/bere
- Dongan tubu
- Dongan sahuta
- Sahabat/teman sejawat
- Pemerintah setempat RT/RW
· Kata-kata penghiburan dari :
- Hula hula ni pahompu (bila sudah ada pahompu laki-laki yang sudah berkeluarga)
- Hula hula anak manjae
- Hula hula na marhaha-maranggi
- Bona ni ari
- Bona tulang
- Tulang rorobot
- Hula hula/tulang yang memberikan ulos sampetua
- Tulang/hula hula yang memberikan ulos saput (ulos saurmatua)
Kata sambutan (mangampu) dari hasuhuton, didahului boru tubu.
Acara agama
Diatur dan dilaksanakan oleh pemuka agama yang bersangkutan.
Acara di Pemakaman
Acara dipemakaman diatur dan dilaksanakan oleh pemuka agama yang bersangkutan. Setelah acara agama dan penguburan selesai maka paidua ni suhut menyampaikan ucapan terima kasih dan mengundang hadirin bersama-sama kerumah, terutama hula hula dan tulang untuk melanjutkan acara ungkap hombung.
Acara Ungkap Hombung
Setelah kembali dari pemakaman, hasuhuton, dongan tubu, boru/bere dan dongan sahuta telah masuk kerumah dan mengambil tempat duduk masing-masing sesuai dengan kedudukannya. Parhata ni hasuhuton memohon tulang/hula hula agar masuk kerumah dan duduk di tempat yang disediakan (juluan ni jabu) supaya dimulai acara ungkap hombung
- Parhata ni hasuhuton memberitahukan bahwa acara ungkap hombung sudah bisa dimulai.
- Hasuhuton menyampaikan makanan adat dari lomok-lomok dengan na margoarna kepada tulang/hula hula sebagai niadopan semua yang hadir.
- Tulang/hula hula menyampaikan makanan adat berupa ikan mas yang dimasak arsik (dengke sitio-tio) kepada suhut.
- Doa makan dibawakan dongan tubu ni hasuhuton kemudian makan bersama.
- Setelah selesai makan, maka hasuhuton membuka hombung (brankas) mendiang dan ditunjukkan kepada tulang/hula hula secara simbolis, karena zaman sekarang ini tidak ada lagi hombung. Sudah biasa dilaksanakan sebagai hasil ungkap hombung diganti dengan uang yang disebut piso na ganjang.
- Kemudian memberikan petuah-petuah dari tulang/hula hula dan hasuhuton mangampu.
- Acara ditutup dengan doa oleh tulang/hula hula
5. Pembagian Jambar Juhut
Pelaksanaan pembagian jambar dapat dilaksanakan pada saat acara pemberangkatan (partuatna) di halaman sebagai jambar mangihut atau sesudah kembali dari pemakaman. Semua itu tergantung kesepakatan pada martonggo raja.
6. Mangan Sipitu Dai dan Manuan Ompu-Ompu
Besok hari, setelah penguburan, keluarga hasuhuton pergi menanam bunga dimakam almarhum/almarhumah. Setelah pulang dari makam, makan sipitu dai dari kepala sapi atau kerbau yang menjadi jambar suhut. Seusai makan dilakukan perhitungan biaya, kemudian marhata sigabe-gabe. Ditutup dengan doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberikan komentar.