14. Paulak Une - Perkawinan Adat Na Gok


1. Pengertian
Acara paulak une adalah suatu acara adat yang dilaksanakan setelah beberapa hari pesta unjuk usai, dimana kedua mempelai didampingi orang tua pengantin laki-laki bersama dongan tubu dan boru terdekat berkunjung ke rumah (kampung) orang tua pengantin perempuan dengan membawa makanan adat. Sering juga paulak une ini disebut mebat atau melepas rindu (marubat lungun).

Tujuannya disamping melepas rindu kepada orang tuanya, juga sekaligus mengabarkan bahwa mereka baik-baik dan berbahagia di rumah mertuanya.


2. Peserta
Pihak Paranak terdiri dari :
  1. Suhut
  2. Dongan sabutuha sebagai parhata
  3. Boru

Pihak Parboru terdiri dari :
  1. Suhut
  2. Dongan sabutuha sebagai parhata
  3. Boru/bere
  4. Dongan sahuta


3. Perlengkapan
Paranak membawa :
  1. Makanan adat berupa lomok-lomok dimasak lengkap dengan na margoarna.
  2. Nasi secukupnya

Parboru membawa :
  1. Makanan adat berupa ikan mas yang diarsik (dengke sitio tio)
  2. Nasi dan lauk lain secukupnya
  3. Sayur dan buah


4. Tertib Acara
Setelah rombongan Paranak sampai di rumah Parboru, mereka dipersilahkan masuk ke rumah dengan mengambil tempat duduk sesuai dengan struktur dalihan natolu.
Hasuhuton Paranak dan Parboru duduk berhadap-hadapan, adapun acaranya adalah sebagai berikut :
  1. Juru bicara mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan borunya, serta menanyakan apakah acara sudah bisa dimulai? Parhata ni Paranak menjawab “Ya” sudah bisa dimulai.
  2. Suhut Paranak beserta kedua mempelai menyerahkan tudu tudu ni sipanganon kepada suhut Parboru beserta udurannya.
  3. Suhut Parboru didampingi dengan sabutuha menyerahkan ikan mas diarsik (dengke sitio-tio) kepada suhut Paranak dan kedua mempelai. Doa makan oleh Paranak.
  4. Seusai makan, juru bicara Parboru menanyakan kedudukan tudu tudu ni sipanganon. Dijawab parhata ni paranak bahwa itu adalah makanan surung-surung.
  5. Suhut paidua ni Parboru menyerahkan pembicaraan kepada dongan tubu (raja parhata).
  6. Juru bicara Parboru menanyakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan Paranak.
  7. Juru bicara Paranak menjawab, kedatangan mereka adalah paulak une, dan memberitahukan bahwa boru dan helanya sehat walafiat serta berbahagia. Kami masih memohon doa restu dari hula hula, kiranya kedua mempelai selalu berbahagia dan segera dikaruniai anak laki-laki dan anak perempuan.
  8. Parboru menyampaikan kata-kata doa restu dimulai dari boru/bere, dongan sahuta, dongan sabutuha, dan suhut Parboru.
  9. Sambutan (mangampu) dari Paranak dimulai dari boru, dongan sabutuha, suhut, dan kedua mempelai. Akan tetapi, sebelum mangampu, terlebih dahulu menyampaikan pasituak natonggi kepada hula hula.
  10. Doa penutup oleh Parboru


5. Pembagian Jambar Juhut
Dalam acara ini tidak ada pembagian jambar juhut, karena tudu tudu ni sipanganon adalah surung-surung, tetapi boru ni Parboru mengatur dan membungkusi serta memberikannya kepada yang patut menerimanya uduran Parboru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar.