19. Manuruk – Nuruk


1. Pengertian
Setelah beberapa waktu berselang keluarga laki-laki yang baru kawin lari, bersama beberapa keluarga (dongan tubu dan borunya) pergi kerumah orang tua perempuan dengan membawa makanan adat.

Pada kesempatan inilah pihak Paranak meminta maaf kepada pihak Parboru karena kelancangan anaknya di dorong cinta kasih membawa kawin lari (mangaluahon) dari pihak Parboru.

Ada tiga variasa manuruk-nuruk, yaitu :
  1. Hanya acara minta maaf (kedua mempelai belum bisa mengikuti adat)
  2. Acara minta maaf dibarengi dengan membicarakan masalah mahar (somba ni uhum somba ni adat), tetapi yang diserahkan waktu itu baru berupa panjar (patujolo ni batu ni sulang) sedangkan waktu pesta mangadati belum ditentukan. (dalam hal ini kedua mempelai sudah bisa mengikuti adat terbatas).
  3. Alternatif (no.2) di atas dilanjutkan dengan penentuan waktu pesta mangadati menyampaikan somba ni uhum dan somba ni adat atau sulang-sulang ni pahompu.


2. Peserta
Pihak Paranak terdiri dari :
  1. Suhut
  2. Dongan sabutuha
  3. Boru/bere

Pihak Parboru terdiri dari :
  1. Suhut
  2. Dongan sabutuha
  3. Boru/bere
  4. Dongan sahuta


3. Perlengkapan
Paranak membawa :
  • Makanan adat berupa lomok-lomok dimasak dengan na margoarna
  • Nasi secukupnya
  • Uang untuk : ungkap harbangan, sangke hujur, dan pasituak natonggil batu ni sulang (kalau sudah dibicarakan mahar namun belum ditentukan hari) sulang sulang ni pahompu (sudah ditentukan waktu).

Parboru menyediakan :
  • Ikan mas (dengke sitio tio)
  • Nasi secukupnya
  • Lauk pauk lainnya
  • Ulos


4. Tertib Acara
Dahulu di kampung halaman (bona pasogit), rombongan Paranak yang mau manuruk-manuruk, dihadang dulu oleh penduduk kampung di pintu gerbang dan mereka meminta upah untuk membuka gerbang yang disebut upa ungkap harbangan. Setelah lewat pintu gerbang, pihak boru menghadang lagi di pintu rumah dan meminta upah sebelum masuk kerumah karena mereka sudah menyiapkan tombak (hujur) tadinya untuk mencari paribaannya yang dibawa kawin lari. Jadi untuk mengembalikan hujur ini ke tempatnya maka dimintalah upahnya yang disebut upah sangke hujur.

Tapi sekarang ini sudah berubah. Pihak Paranak sudah diterima dengan baik oleh pihak Parboru tertib acaranya adalah sebagai berikut :
  1. Rombongan pihak Paranak berserta pengantin yang mangalua memasuki rumah Parboru dengan sedikit wajah ketakutan karena mencuri anak perempuan Parboru.
  2. Juru bicara Parboru menanyakan apa maksud dan tujuan kedatangan pihak Paranak, dijawab juru bicara Paranak, memohon agar diawali lebih dahulu makan bersama, baru menjawab pertanyaan juru bicara Parboru.
  3. Paranak beserta anak dan menantunya yang kawin lari (mangalua) menyerahkan tudu tudu ni sipanganon kepada pihak Parboru.
  4. Pihak Parboru menyerahkan ikan mas (dengke sitio tio) kepada pihak Paranak dilanjutkan dengan doa makan oleh pihak Paranak.
  5. Seusai makan pihak Parboru menanyakan tentang tudu tudu ni sipanganon, yang dijawab pihak Paranak bahwa tudu tudu ni sipangaon adalah merupakan surung-surung Parboru. Karena surung-surung maka pihak Parboru menyuruh borunya untuk mengaturnya di dapur.
  6. Juru bicara Parboru kembali menanyakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan Paranak yang lengkap membawa makanan adat.
  7. Juru bicara Paranak terlebih dahulu memohon maaf, atas tindakan anaknya yang mendahulukan cinta kasih membawa kawin lari anak perempuan pihak Parboru. Selanjutnya diperintahkan agar anak beserta parumaennya sujud menyembah dan mohon ampun serta meminta maaf kehadapan kedua orang tua perempuan.
  8. Setelah permohonan maaf diterima, pihak Parboru menanyakan “kapan waktu melakanakan upacara adat” (manggarar adat).
  9. Setelah ada kesepakatan dilanjutkan dengan memberikan nasehat dan petuah kepada pengantin baru oleh pihak Parboru serta diiringi doa restu dilanjutkan dengan memberikan ulos holong kepada pengantin baru.
  10. Sambutan (mangampu) dengan terlebih dahulu menyampaikan pasituak natonggi (kalau hanya permohonan maaf), atau menyampaikan uang muka (patujulo ni batu ni sulang) dan pasituak natonggi kalau permohonan maaf diterima tetapi belum ditetapkan waktu pelaksanaan pesta adat (manggarar adat), menyerahkan batu ni sulang dan pasituak natonggi, kalau sudah ditetapkan waktu manggarar adat.
  11. Doa penutup oleh pihak Parboru.


5. Penjambaran Juhut
Karena surungs-surung maka tidak ditentukan penjambaran juhut
  • Ihur ihur untuk suhut Parboru
  • Osang untuk haha doli ni Parboru
  • Somba-somba untuk anggi doli ni Parboru
  • Parsanggulan untuk boru dan bere
  • Solit untuk dongan sahuta dan lain-lain undangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar.